Friday, July 11, 2014

Metode Prototype



Prototyping Model



Metode Prototype pada sebuah penelitian biasanya digunakan untuk penelitian yang menghasilkan sebuah produk karena dengan metode ini peneliti dan pelanggan produk yang akan digunakan dapat saling berinteraksi. Pihak pengembang akan melakukan identifikasi kebutuhan pemakai, menganalisa sistem dan melakukan studi kelayakan serta studi terhadap kebutuhan pemakai, meliputi model interface, teknik prosedural dan teknologi yang akan dimanfaatkan. Selain itu  metode ini secara keseluruhan akan mengacu kepada kepuasan user jadi akan sering terjadi perubahan pada prototipe yang dibuat, atau dengan kata lain metode ini merupakan metode waterfall yang dilakukan secara berulang-ulang.

                       

Jenis-Jenis Prototyping


1. Feasibility prototyping,  Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.
2. Requirement prototyping, Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. Misalnya dalam sebuah perusahaan terdapat user direktur, manajer, dan karyawan. Maka penggunaan sistem dapat dibedakan berdasarkan user tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
3. Desain Prototyping, Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan.
4. Implementation prototyping, Merupakan lanjutan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.


Tahapan-tahapan Prototyping
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
1.      Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat  lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2.      Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output)
3.      Evaluasi protoptyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah  sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.
4.      Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai
5.      Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
6.      Evaluasi Sistem Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Juka ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
7.      Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan .
  


sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiew5lMmYBnBQxVmBTp7xdpF7cKpspesXTsC724kSWMVY2L-peLoto4a8AEg3ZnuIPkYlI8FfyKeqyB-NdQyT_trpNPqR_olSPV0xvSLhWw0sa-9Iwb88Ou-BuDMQn0alD1mqaaGA4wtYA/s1600/pengembangan-perangkat-lunak-prototype.jpg 



Keunggulan metode Prototyping

-Adanya komunikasi baik antara pengembang dengan pelanggan.

-Pengembang dapat bekerja lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

-Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.

-Menghemat waktu dalam pengembangannya.

-Penerapan lebih mudah karena pemakai akan mengetahui apa yang diharapkan.



Kelemahan metode Prototyping

-Kualitas sistem kurang baik karena hanya mengedepankan aspek kenyamanan user.

-Pengembang kadang-kadang menggunakan implementasi yang sembarangan.

-Tidak mencerminkan proses perancangan yang baik.

-Akibat adanya quick design, kadang pemakai tidak menyadari bahwa perangkat lunak yang ditunjukkan masih berupa blue print sehingga tidak ada jaminan terhadap kualitas secara keseluruhan dan pemeliharaan jangka panjangnya.

-Dari sisi pengembang, karena ingin menyegerakan selesainya proyek, sering menggunakan bahasa pemrograman yang sederhana dalam membuat prototipe tanpa memikirkan lebih lanjut program yang lebih kompleks untuk membangun sistem yang sebenarnya.

Sumber : http://wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20204/Pertemuan+12+-+Prototipe.pdf
                http://elista.akprind.ac.id/upload/files/3098_MATERI_1.PDF




No comments:

Post a Comment